First Design For My Home
Achingae membuat desain ini menggunakan Google SkecthUp. Desain ini untuk properti pribadi dan mudah-mudahan pembangunannya segera terealisasi.
Achingae membuat desain ini menggunakan Google SkecthUp. Desain ini untuk properti pribadi dan mudah-mudahan pembangunannya segera terealisasi.
Saya harus terbang ke Singapore 2 hari lagi via Batam dari sebuah kota di Sumatera. Passport-ku belum selesai, padahal besok harus berada di Batam. Pagi ini aku sudah di kantor keimigrasian kelas 1 di kotaku untuk difoto dan sign di passport. Formulir pendaftaran pembuatan passport sudah saya ajukan sejak 2 hari yang lalu.
Setiba di keimigrasian, langsung menuju ke loket dan menanyakan formulir aplikasi passport atas namaku. Tidak lama menunggu, saya dipanggil ke loket administrasi. Setelah membayar administrasi sebesar 350 ribu saya langsung menuju ruang pemotretan. “Hmm, proses yang cepat”, pikirku.
Proses pemotretan dan wawancarapun memakan waktu kurang dari 5 menit, benar-benar proses yang kilat. Sudah terbayang dibenakku tower Sentosa dan kawasan Mustafa di Singapore.
Lamunanku buyar, ketika kutanyakan passport di loket pengambilan. Di loket pengambilan passport, petugas menanyakan kepadaku melalui siapa aku mengajukan pembuatan passport, terang saja aku langsung menjawab, “di loket pendaftaran, memangnya kenapa bu?” Ibu tersebut menganjurkan saya untuk menanyakan di loket pendaftaran. Saya jadi bingung, padahal proses pendaftaran sudah selesai dan sudah foto segala. Apa boleh buat, saya kembali ke loket pendaftaran dan menanyakan kepada petugas apakah passport saya sudah selesai dan bisa diambil. Petugas tersebut menanyakan kepada saya dengan siapa saya memasukkan berkas formulir. Saya katakan bahwa saya sendiri langsung memasukkan berkas ke loket pendaftaran, jadi tidak melalui calo, karena di pintu masuk sangat jelas tertulis “Calo Dilarang Masuk” (intinya begitu, saya lupa kalimatnya). Setelah dicek petugas tersebut, ternyata aplikasi saya masuk dalam kategori standar. Menurut penjelasan petugas tersebut, kalau mau membuat passport, saat memasukkan berkas aplikasi harus memberitahu petugas, mau yang STANDAR, KHUSUS, atau VIP. Kalau VIP, passport selesai kurang dari 3 jam dengan biaya 2 kali lipat dari standar bahkan lebih. Katanya, aplikasi saya masuk dalam kategori standar, sehingga maksimum passport saya selesai dalam 4 hari setelah proses pembayaran. Sudah dapat dipastikan bahwa passport saya selesai pada batas maksimum.
Saya coba berargumentasi dengan petugas tersebut, bahwa saya “terburu-buru”. Petugas tersebut mengerti dengan maksud saya, tetapi katanya harus menelepon ke Jakarta untuk dapat nomor passport, karena system sedang offline. Ok, saya tunggu 1 jam.
Setelah 1 jam, saya putuskan untuk menunda pengambilan passport, karena saya masih banyak pekerjaan, lupakan Mustafa, lupakan Sentosa, I’m not coming, Singapore….
Beginilah negeri ini, “Kalau masih bisa dipersulit, untuk apa dipermudah” (geleng-geleng kepala).
Kepada saudara-saudara peserta studi banding ke Batam dan Singapore, saya minta untuk tidak bercerita tentang Singapore di depan saya. SAKIT HATI, tahu!!!
Buktikan adalah blog kedua berbayar yang dikelola oleh achingae. Blog ini dibuat khusus ditujukan untuk mendulang proyek paid review. Lihat saja deskripsi tentang blog ini yaitu All About Gray is english version about achingae. The meaning of achingae in Indonesia is “terserah” and in English is “up to you” dibuat dalam bahasa Inggris dengan tujuan lebih global, untuk menjaring advertisers dari seluruh dunia.
Melihat isinya, awal publikasi banyak berisikan tentang galeri, sajak dan cerpen yang diimpor dari blog achingae yang lain. Dalam perjalanan, blog ini bermetamorfosis sesuai tuntutan proses sehingga lebih general dan berorientasi global untuk menjaring pihak advertiser di seluruh penjuru dunia yang terhubung dalam sebuah wadah yang bernama internet.
Konten lebih serius yang diposting oleh achingae ke dalam blog ini bertopik ekspor sebanyak 10 posting (baru pengantar ekspor), mudah-mudahan topik ekspor ini bukan hanya pengenalan, diharapkan achingae memberikan juga contoh kegiatan ekspor yang telah dilakukan oleh eksportir beserta tahapan, regulasi yang harus diikuti, formulir yang harus diisi, serta persyaratan lainnya.
Semoga blog buktikan ini dapat menjadi tambahan informasi bagi netter di dunia maya.
Plumulla diambil dari kata plumula, secara keilmuan dalam botani artinya adalah kecambah. Plumulla dapat diibaratkan proses perkecambahan, diawali dengan penyerapan air dari lingkungan sekitar biji, baik tanah, udara, maupun media lainnya. Perubahan yang teramati adalah membesarnya ukuran biji yang disebut tahap imbibisi (berarti “minum”). Biji menyerap air dari lingkungan sekelilingnya, baik dari tanah maupun udara (dalam bentuk embun atau uap air. Efek yang terjadi adalah membesarnya ukuran biji karena sel-sel embrio membesar) dan biji melunak. Proses ini murni fisik.
Kehadiran air di dalam sel mengaktifkan sejumlah enzim perkecambahan awal. Fitohormon asam absisat menurun kadarnya, sementara giberelin meningkat. Berdasarkan kajian ekspresi gen pada tumbuhan model Arabidopsis thaliana diketahui bahwa pada perkecambahan lokus-lokus yang mengatur pemasakan embrio, seperti ABSCISIC ACID INSENSITIVE 3 (ABI3), FUSCA 3 (FUS3), dan LEAFY COTYLEDON 1 (LEC1) menurun perannya (downregulated) dan sebaliknya lokus-lokus yang mendorong perkecambahan meningkat perannya (upregulated), seperti GIBBERELIC ACID 1 (GA1), GA2, GA3, GAI, ERA1, PKL, SPY, dan SLY. Diketahui pula bahwa dalam proses perkecambahan yang normal sekelompok faktor transkripsi yang mengatur auksin (disebut Auxin Response Factors, ARFs) diredam oleh miRNA.
Perubahan pengendalian ini merangsang pembelahan sel di bagian yang aktif melakukan mitosis, seperti di bagian ujung radikula. Akibatnya ukuran radikula makin besar dan kulit atau cangkang biji terdesak dari dalam, yang pada akhirnya pecah. Pada tahap ini diperlukan prasyarat bahwa cangkang biji cukup lunak bagi embrio untuk dipecah.
Jadi Plumulla adalah sebuah proses, seperti proses perkecambahan untuk menjadi tumbuhan yang lengkap yang bermetabolisme dan berreproduksi. Lihat saja deskripsi mengenai website plumulla ini “Satu yang mungkin selalu menjadi mimpi buruk adalah keinginan yang tidak tercapai. Plumulla adalah sebuah keinginan yang mudah-mudahan dapat menjadi media tempat curhat, harapan, dan keinginan untuk menjadi lebih baik.” Plumulla adalah bagian dari sebuah proses pendewasaan.
Achingae (All About Gray) merupakan catatan panjang belajar menulis dan keberanian mempublikasikan hasil yang diperoleh pada proses pembelajaran tersebut.
Mendompleng pada domain blog.com yang ber-flatform WordPress dengan berbagai template pilihan, membuat blog ini selalu disesuikan dan diupdate baik themes maupun content-nya.
Melihat tag, blog ini lebih banyak berupa catatan pribadi dan tulisan yang ingin dibagi oleh achingae kepada para netter dunia. Belakangan, blog ini lebih ditujukan kepada paid review dan advertisers yang ingin iklannya banyak dilihat oleh para netter.
Semoga kehadiran blog ini dapat menambah informasi bagi banyak orang, minimal menambah barisan daftar dalam search engine dan menjadi pilihan untuk diintip oleh surfer.
Ini adalah blog pertama berbayar Achingae. Blog ini telah beberapa kali mengalami perubahan template baik menggunakan website statis, WordPress pindah ke Joomla dan kembali ke WordPress. Bisa dikatakan bahwa ini adalah blog coba-coba (the real achingae).
Blog ini tanpa bentuk, tanpa topik, semuanya suka-suka. Sebelum mengalami perubahan seperti sekarang telah banyak posting yang dilakukan, tetapi setiap perubahan platform semua posting terhapus. Mudah-mudahan dengan platform yang baru ini lebih terorganisir.
Seperti blog lainnya milik achingae, blog ini awalnya banyak berisikan tentang tulisan achingae, baik yang pernah dipublikasikan melalui media cetak maupun yang belum terpublikasikan. Blog ini pernah dipinjam oleh ASAP (Achingae Success Production), tapi karena kapasitas sebulumnya kecil, maka ASAP tidak pernah berkembang, banyak sekali yang tidak terpublikasi karena keterbatasan kapasitas. Achingaekembali mengambil alih pengeloaan blog ini.
Blog ini sekarang hosting di duoserversindonesia dengan kapasitas yang lebih besar, sebelumnya hosting di indoglobalweb dengan keterbatasan kapasitas.